Wall Street menarik $4 miliar dari BTC saat koin jatuh di bawah $60.000
Pada hari Senin, Bitcoin turun menembus level psikologis $60.000. Koin unggulan ini bergerak tegas menuju penurunan kuartal kedua berturut‑turut di tengah pelarian investor dari US spot ETFs, retorika hawkish Federal Reserve, dan gejolak geopolitik di Timur Tengah.
Per pukul 08:02 waktu Moskow, koin tercatat turun 0,4% dan diperdagangkan di $59.765. Untuk kuartal berjalan, Bitcoin berisiko merosot 13%. Jika terjadi, pasar akan mencatat hanya kali ketiga dalam sejarah aset ini dimana menutup dua kuartal berturut‑turut di zona merah. Year‑to‑date, cryptocurrency ini telah kehilangan lebih dari 30%.
Modal besar jelas kehilangan minat terhadap aset digital. US spot Bitcoin funds mencatat arus keluar (outflows) selama tujuh minggu berturut‑turut. Investor menarik sekitar $1,8 miliar dari dana‑dana itu hanya pada pekan lalu, dan total arus keluar bulanan melampaui $4 miliar—tanda jelas penurunan tajam permintaan institusional.
Pasar kripto juga mendapat tekanan dari dolar yang kuat dan inflasi AS yang persisten. Data pasar tenaga kerja yang kuat memaksa trader merevisi ekspektasi; pasar kini memprice‑in kemungkinan Fed menaikkan suku bunga tahun ini. Dinamika ini membuat aset berisiko tinggi seperti Bitcoin menjadi jauh kurang menarik.
Latar eksternal membuat investor tetap hati‑hati. Meski laporan bahwa AS dan Iran bersedia menghentikan permusuhan dan memasuki pembicaraan setelah eskalasi akhir pekan di Selat Hormuz sedikit meredakan pasar, trader masih khawatir gangguan pasokan energi global. Semua mata kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan mingguan AS yang baru, yang diharapkan memberi sinyal mengenai langkah Fed berikutnya.