empty
 
 
Tarif Trump picu krisis dan PHK massal di industri AS

Tarif Trump picu krisis dan PHK massal di industri AS

Tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump telah memicu krisis di sektor industri AS, ditandai oleh kenaikan biaya, persaingan untuk bahan baku, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Kesimpulan ini dikemukakan oleh reporter The Wall Street Journal, David Uberti, yang mencatat, “Ledakan manufaktur yang dijanjikan Presiden Trump untuk membuka era keemasan bagi Amerika justru bergerak mundur.” Sejak 2023, lapangan kerja di sektor manufaktur berkurang sekitar 200.000 pekerjaan, sehingga kini lebih sedikit orang Amerika bekerja di sektor ini dibandingkan kapan pun sejak berakhirnya pandemi.

Uberti mengambil contoh produsen baja Insteel Industries. Karena kekurangan logam domestik, perusahaan terpaksa mengimpor bahan tersebut, menanggung biaya tambahan akibat tarif yang diberlakukan oleh Washington. Manajemen perusahaan menyatakan hanya sedikit produk dalam portofolio mereka yang diuntungkan oleh tarif tersebut. Menurut WSJ, tarif pada akhirnya hanya menaikkan biaya produsen, bukan meningkatkan daya saing seperti yang dijanjikan.

Sementara itu, Trump tetap percaya diri dengan keberhasilan kebijakan ekonominya. Mengomentari tingkat dukungan publik yang tinggi, ia menyatakan bahwa orang Amerika “menyukai negara yang kuat dan berkuasa” dengan ekonomi terbaik sepanjang sejarah. Namun data nyata tentang pemutusan kerja dan naiknya biaya menunjukkan gambaran yang bertentangan dengan retorika resmi Gedung Putih.

Kembali

See aslo

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.