empty
10.09.2026 03:18 PM
USD/JPY. Analisis harga & proyeksi: Kebijakan hawkish BOJ menjaga pasangan ini tetap tertekan

This image is no longer relevant

Pada hari Kamis, USD/JPY menunjukkan pemulihan moderat, diperdagangkan sedikit di atas 153,50, sementara pelaku jual tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS. Meski demikian, kuotasi spot masih berada dekat posisi terendah tujuh bulan yang tercatat awal pekan ini karena pasar secara agresif menilai kembali perubahan sikap Bank of Japan menuju kebijakan yang lebih ketat, yang terus mendukung penguatan yen.

Pada titik ini, pelaku pasar tampaknya sudah sepenuhnya memasukkan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ sebesar 25 bp pada pertemuan 17–18 September, serta probabilitas tinggi adanya kenaikan lanjutan pada Desember. Ekspektasi ini menguat signifikan setelah pejabat BOJ yang berhaluan hawkish dan berpengaruh seperti Hajime Takata dan Naoki Tamura menyerukan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dan fleksibel untuk melawan tekanan inflasi yang meningkat. Revisi data PDB dan pertumbuhan upah yang jelas semakin memperkuat jalur normalisasi bank sentral, menopang yen dan membatasi kenaikan USD/JPY.

Di sisi lain, dolar AS pulih sedikit dari posisi terendah hampir tiga minggu yang tercapai pada Rabu karena penjual mengambil sikap menunggu menjelang rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS hari ini. Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Jumat akan dianalisis secara cermat oleh pasar untuk mendapatkan petunjuk tambahan mengenai langkah The Fed selanjutnya.

Pada saat yang sama, meningkatnya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September, yang didorong oleh risiko inflasi akibat kenaikan harga energi dan memanasnya ketegangan AS–Iran, turut mendukung dolar dan pasangan USD/JPY. Dalam konteks krisis di Timur Tengah, Iran melaporkan serangan terhadap 10 kapal di dekat Selat Hormuz sebagai balasan atas laporan bahwa AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman dan dekat Pulau Kharg.

Selain itu, Iran melancarkan serangan rudal terhadap pasukan AS yang ditempatkan di pangkalan Al-Azraq di Yordania. Presiden AS Donald Trump menambahkan bahwa konflik dengan Iran akan berakhir setelah pemilu paruh waktu bulan November. Faktor ini mendukung premi risiko geopolitik yang lebih tinggi dan dapat menahan pelaku bullish dolar untuk membuka posisi agresif, yang pada gilirannya bisa membatasi kenaikan USD/JPY.

Dari perspektif teknikal, USD/JPY masih jelas berada di bawah tekanan bearish, diperdagangkan jauh di bawah SMA 200 hari. Konsolidasi di bawah level psikologis 153,00 dapat menjadi sinyal jual baru dan membuka jalan bagi penurunan lanjutan seiring harga spot mencari level support yang lebih andal. Indikator momentum berada di wilayah negatif, menegaskan keunggulan pihak penjual. Namun, indeks kekuatan relatif berada di area oversold, yang mengisyaratkan potensi koreksi.

This image is no longer relevant

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.